PPI Maroko

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Sayyidul Ayyaam

Bulatin Sayyidul Ayyam Edisi ke IX


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Salam semangat teruntuk para mahasiswa dan masyarakat indonesia di belahan bumi afrika utara ini, semoga dalam segala aktifitas dan studi kita senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran.

Memasuki pertengahan bulan Sya'ban 1433 H. buletin Sayyidul Ayyam kembali terbit dengan menghadirkan kepada pembaca tentang keutamaan bulan sya'ban, dimana kita diperbanyak melatih diri untuk mempersiapkan bertemu tamu agung Ramadan.

Selain itu, ntuk edisi ke IX kali ini SA juga menghadirkan pada kolom fokus dimana kita mengupas tentang sisi hitam dari ilmu, agaar kita bisa lebih memahami sisi-sisi yang lainnya.

Ditambah dengan tulisan-tulisan yang lain pada kolom hikmah, muslimah, puisi dan cerpen karya putra-putri mahasiswa Indonesia di Maroko ikut menghiasi terbitnya buletin SA edisi kali ini.

Read more...
 

Khutbah Jumat : Membuat Ramadan Lebih Berasa


Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an At-tanzil "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa"(Q.S.  Al-Baqarah : 183)

Imam At Thabari menafsirkan ayat ini: “Maksudnya adalah agar kalian bertaqwa (menjauhkan diri) dari makan, minum dan berjima’ dengan wanita ketika puasa” .

Dalam Tafsir Jalalain dijelaskan dengan ringkas: “Maksudnya, agar kalian bertaqwa dari maksiat. Sebab puasa dapat mengalahkan syahwat yang merupakan sumber maksiat” .

Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah taqwa itu?

Secara bahasa arab, taqwa berasal dari fi’il ittaqa-yattaqi, yang artinya berhati-hati, waspada, takut. Bertaqwa dari maksiat maksudnya waspada dan takut terjerumus dalam maksiat. Namun secara istilah, definisi taqwa yang diungkapkan oleh Thalq Bin Habib Al’Anazi:

Read more...
 

Khutbah Jumat : Bagaimana Kita Bersyukur


Oleh : Ust. Ardan Lasakari M.

Sidang jama’ah jum’at yang dirahmati oleh Allah: 

Kemajuan materi yang dirasakan oleh manusia, ternyata tidak menjamin kebahagiaan hidup, kekeringan jiwa menjadi fenomena yang menjamur dimana-mana. Orientasi manusia saat ini yang lebih mengedepankan materi. Menjadikan mereka seperti robot yang otaknya terperas demi "Dunia" "Harta" dan "Uang". Sementara kebutuhan rohani berupa pengajaran Ad-Din (Islam), Tarbiyah dan Tazkiyah bagi jiwa seakan tak mendapatkan porsi atau bagian bagi waktu-waktu mereka.

Alhamdulillah wa syukurillah, akhir-akhir ini banyak orang mulai sadar akan kekeliruan langkahnya. Mereka mulai getol mengkaji Islam, sejak dari kalangan buruh, mahasiswa sampai para eksekutif dan kaum elit. Mereka mulai membangun diri, mensucikan jiwa demi meraih ketenangan jiwa yang selama ini mereka cari. Subhanallah. Maka benarlah sebagaimana yang difirmankan oleh Allah dalam surat Ar-Ra’ad ayat 28, Allah Ta’ala berfirman:

Read more...
 

Khutbah Jumat : Rezeki, Between Hope and Reality


Oleh : Rifqi El-Maula1

Segala puji hanya milik Allah semata, pemilik alam semesta, hanya kepada-Nya hakikat seluruh pujian kita, hanya Kepada-Nya tumpuan pertolongan kita, dan hanya kepada-Nya permohonan ampunan kita.

Shalawat beriringan salam sebanyak buih samudra, seluas bentangan langit, sejumlah dedaunan, semoga tetap tercurahkan kepada sebaik-baiknya pemimpin, penyampai risalah, pemegang amanah, penasihat umat, yang kehadirannya menghapuskan ghummah (kesedihan). Amma ba'du

Dengan semangat untuk saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran, khatib pada kesempatan kali ini (setelah mengajak dirinya sendiri) mengajak hadirin, untuk selalu meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt, sebab hanya dengan ketaqwaanlah kebahagiaan baik dunia maupun akhirat dapat kita peroleh.

Read more...
 

Khutbah Jumat : Menjadi Seorang Pemaaf


Oleh : Ust. H. Fakhrurrazi M. Yunus, MA

"Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh. Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya." (QS. Al-A’raaf: 199-201)

Secara alami, ketika seseorang ditimpa sesuatu yang buruk terhadap dirinya akibat tindakan orang lain, akan selalu memberikan reaksi negative. Dalam hatinya akan muncul perasaan dendam, dan ingin membalas terhadap apa yang menimpanya, bahkan dengan tindakan yang lebih berat dan buruk dariapa apa yang telah menimpanya. Sudah cukup banyak peristiwa-peristiwa yang dapat kita saksikan ditengah masyarakat kita. Dimana aksi-aksi balas demam selalu menjadi tontonan kita. Seolah balas demdam adalah satu-satunya cara untuk memuaskan hati dan menentramkan jiwa dari segala kedhaliman dan keburukan yang telah menimpanya. Yang menyesakkan hati adalah ketika ada anggapan dikalangan sebagian masyarakat kita bahwa jika seorang yang tidak melakukan balas demdam terhadap perlakuan buruk yang menimpanya ataupun keluarganya dianggap sebagai pengecut dan hilang harga dirinya.

Read more...
 


Page 3 of 9

PENGUNJUNG ONLINE

We have 27 guests online

Pesan & Kesan



Kalender

OISAA

Photobucket

LOGIN ANGGOTA

Anggota login di sini untuk mengakses dua menu: ASPIRASI > "Karya Ilmiah", dan ASPIRASI > "Kirim Artikel"

Seas Games IV

Radio PPI Dunia


Selamat Mendengarkan